Alami Shutdown Parsial, Donald Trump Habiskan Pergantian Tahun Di Gedung Putih

Alami Shutdown Parsial, Donald Trump Habiskan Pergantian Tahun Di Gedung Putih

Donald Trump, presiden Amerika Serikat memilih untuk mengabiskan perayaan tahun baru kali di properti milik nya di kawasan Mar a lago, florida. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh direktur kantor manajemen dan budget, Mick Mulvaney. Dirinya yang jugalah satu kandidat kepala staf Gedung putih mengatakan bahwa presiden Amerika Serikat tersebut memilih untuk tetap tinggal di kawasan Washington karena saat ini pemerintahannya telah mengalami penutupan secara parsial.

Dikatakan bahwa presiden Amerika Serikat tersebut sudah terus berada di kawasan Gedung putih selama satu pekan. Bukan hanya merayakan hari Raya Natal, dirinya juga mengatakan bahwa ini menyambut acara pergantian tahun baru serta bertemu dengan para teman teman yang sudah cukup lama tidak dirinya jumpai. Namun, akhirnya presiden berusia 72 tahun tersebut memilih untuk tetap tinggal di kawasan ditempati setelah terjadi penutupan pemerintah secara parsial semenjak hari Sabtu, 22 Desember 2018 lalu.

Diketahu Presiden Amerika Serikat tersebut juga sudah membatalkan berbagai agenda Natal dan juga agenda tahun baru yang sudah dibuat sebelumnya. Sementara keluarganya sendiri tetap melaksanakan agenda liburan tersebut tanpa Trump. Pengertian secara parsial tersebut terjadi di dalam Kubu posisi partai demokrat yang telah menolak proposal sebesar 5 M dolar Amerika Serikat atau setara 72,7 triliun rupiah Yang rencananya digunakan untuk membangun tembok Pada perbatasan Meksiko. Namun partai ini hanya bersedia memberikan 1,3 M dolar Amerika Serikat Serikat yang akhirnya membuat presiden Amerika Serikat tersebut menolak untuk melakukan penandatanganan Dana pengeluaran negara.

Pada malam Natal, presiden Amerika Serikat tersebut sempat melakukan Unggahan Ki cawan melalui akun twitter nya yang berisi keluhan bahwa dirinya menghabiskan malam Natal sendiri di Gedung putih sambil menunggu demokrat untuk membuat beberapa kesepakatan. Kemudian, pada 28 Desember 2018 lalu, dirinya kembali mengunggah duit dan memberikan ancaman akan menutup perbatasan Meksiko jika dana pembangunan tersebut tidak diberikan.

Selain itu, Mulvaney menuduh pelan sih sudah menggagalkan negoisasi serta menyindir politisi berusia 78 tahun tersebut supaya tidak terlihat lemah di hadapan partai yang mengusungnya. Dirinya juga memberikan negeri input dan menunjukkan kepada pemimpin minoritas senat, Chuck Schumer, Agar bersedia untuk melakukan berbagai kompromi dengan presiden Amerika Serikat tersebut. Akibat pemberhentian sementara secara parsial tersebut, sembilan pegawai dari total 15 kementerian serta badan negara termasuk di dalamnya kementerian Luar Negeri juga kementerian kehakiman tidak digaji karena peristiwa tersebut.

Sebagai informasi, ini merupakan penelitian secara parsial yang ketiga kalinya terjadi di kawasan Amerika serikat sepanjang Donald trump menjabat sebagai presiden. Penghentian parsial pertama terjadi di bulan Januari, atau tepat satu tahun setelah dirinya menjabat sebagai presiden.