Pussy Riot Rusia Mengalami Perawatan Akibat Dugaan Diracun

Pussy Riot Rusia Mengalami Perawatan Akibat Dugaan Diracun

Nama aktivis yang satu ini semakin dikenal dikalangan publik setelah anggota kelompok musik dan juga aktivis tersebut memasuki lapangan stadion tanpa menggunakan izin saat pagelaran final Piala Dunia 2018 lalu di Moskwa, Rusia. Semenjak saat itu, persidangan dan juga penangkapan dirinya tidak pernah luput dari pemberitaan pemberitaan media setempat.

Perkembangan yang terbaru, salah satu aktivis komunitas ini dikatakan harus terbang ke Berlin, Jerman, untuk mendapatkan perawatan intensif dari medis khusus. Nama aktivis tersebut ialah Pyotr Verzilov. Dirinya diduga telah Diracuni oleh pihak pihak tertentu. Setelah mengikuti sidang beberapa waktu lalu, dirinya dibawa ke rumah sakit setempat karena kondisi yang menimpanya cukup serius. Dirinya juga dilaporkan mengalami kehilangan kemampuan berbicara dan juga kehilangan penglihatan.

Dilansir dari keterangan rekan rekan komunitasnya, Verzilov Telah menghabiskan waktu selama beberapa hari untuk berada di bawah perawatan yang intensif, sebelum kemudian kembali sadar tiga hari berikutnya. Pria yang telah berusia 30 tahun ini terbang ke negara Jerman dengan bantuan dari organisasi cinema of peace foundation. Pesawat sewaan yang mengaku dirinya ini mendarat di bandara Berlin tepat pukul 22. 45 waktu setempat.

Kekasihnya dan juga para anggota dari komunitas tersebut mengatakan dengan terbuka spekulasi spekulasi yang mereka pikirkan. Mereka berpikir bahwa pria tersebut kemungkinan mengalami Karajunan karena tidak jadi secara sengaja. Mereka mengatakan beracun yang berada di dalam tubuhnya itu merupakan obat antikolinergik.

Obat anti kolinergik ini sendiri merupakan salah satu jenis obat yang dapat mempengaruhi sistem Syaraf dan juga dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, termasuk asma ataupun parkinson. Sebelum dirinya kehilangan kesadaran, ia mengatakan kepada dokter bahwa sebelumnya dirinya tidak mengonsumsi obat apapun. Setelah sadar, dirinya masih mengalami Delirium atau biasa disebut sebagai kebingungan parah dan juga Halusinasi serta berkurangnya kesadaran.

Hingga kini, penyebab dari hilangnya kesadaran salah satu aktivis tersebut belum dirilis secara pasti. Masih banyak spekulasi yang mengatakan bahwa dirinya di racuni dengan sengaja, apalagi oleh rekan rekan satu komunitasnya. Namun hal ini juga belum dapat dipastikan karena belum ada bukti yang kongkrit Perihal dugaan tersebut.

Beberapa rekan komunitasnya melakukan aksi solidaritas dengan melakukan unjuk rasa sambil membawa spanduk bertuliskan mereka akan menghukum siapa pun yang meracuni salah satu anggota dari komunitasnya tersebut. Aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh para anggota komunitas dengan menggunakan topeng hijau neon dan juga pakaian putih sama celana hitam.

Hingga berita ini dirilis, masih belum diketahui siapa kah pihak yang dituduh meracuni salah satu anggota komunitas tersebut dan kebenaran apakah dirinya memang di racuni ataupun tidak.

Baca juga : Olahraga Pencak Silat Semakin diminati Negara Lain

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *